Layanan video on demand (VoD) pada IPTV merupakan
salah satu layanan berbayar. Layanan ini hanya dapat dinikmati oleh user
tertentu yang memiliki hak akses. Untuk itu, diperlukan suatu sistem
keamanan konten yang mampu melindungi layanan VoD dari user yang tidak
berhak.
Pada tugas akhir ini dibuat suatu sistem keamanan video on demand (VoD)
yang mengimplementasikan Video Encryption Algorithm (VEA). Metode ini
membaca frame-frame pada suatu video, kemudian dari masing-masing frame
tersebut dibaca dalam bit-bit, dan dilakukan operasi XOR dengan byte
kunci tertentu. Setelah itu, VEA dituliskan pada file video on demand
(VoD). Untuk menguji sistem ini, video on demand diakses oleh user yang
memiliki hak akses maupun tidak, kemudian dibandingkan video hasil
enkripsi dan video yang tidak dienkripsi. Untuk video yang tidak
dienkripsi, panjang kunci pada VEA diubah-ubah menjadi 2, 5, 10, 25, dan
50 byte.
Dengan sistem ini, user yang memiliki hak akses dihasilkan delay
rata-rata 1.14 detik, sedangkan pada user yang tidak memiliki hak akses,
delay rata-rata video dengan panjang kunci 2 byte adalah 1.49 detik, 5
byte adalah 1.13 detik, 10 byte adalah 1.19 detik, 25 byte adalah 1.21
detik, dan 50 byte adalah 1.33 detik, sehingga hasil pengujian tersebut
dapat diketahui bahwa video yang terenkripsi dengan perubahan panjang
kunci tidak berpengaruh terhadap delay tetapi berpengaruh terhadap
kualitas video. Kunci yang digunakan untuk mengenkripsi, tidak dapat
dilihat oleh pihak yang tidak berhak. Jadi, kunci yang dapat dilihat
adalah kunci hasil enkripsi dengan MD5.
Kamis, 24 Mei 2012
Rancang Bangun Sistem Keamanan Konten Video On Demand (VOD) Pada IPTV Menggunakan Video Encryption Algorithm (VEA)
Diposting oleh
Irvan Poenja
di
10.55
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Video Sharing Menggunakan Sistem VOD (Video on Demand)
Dalam postingan kali ini, saya akan melakukan cara video sharing menggunakan sistem Video on Demand, langsung saja berikut penjelasannya :
1. Install Aplikasi XAMPP di PC kita
2. Kemudian, setelah install XAMPP, kita install CMS (Content Management System) Wordpress (bebas mau tipe berapapun wordpressnya)
3. Lalu setelah melakukan proses instalasi CMS, kita cari plugin di www.wordpress.org.com untuk mencari plugin aplikasi Video Gallery
4. Setelah melakukan proses download, maka tinggal install di CMS kita dan jalankan.
Selamat mencoba ^_^
Diposting oleh
Irvan Poenja
di
09.42
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Kamis, 10 Mei 2012
5 Aplikasi Dalam VOD (Video On Demand)
Postingan kali ini saya akan membahas mengenai 5 macam aplikasi yang ada di dalam VOD (Video On Demand), berikut penjelasannya.
1. Lubitu
Lubitu adalah aplikasi VOD (Video On Demand) pertama di Indonesia untuk Samsung Smart TV hasil karya Digital Buana, yang berada di bawah bendera PT. Digital Graha Pratama. Kita dapat menikmati berbagai tayangan menarik, mulai dari film Indonesia, film Hollywood, klip musik, gaya hidup, sampai tayangan berita lewat aplikasi ini.
Lubitu adalah aplikasi VOD (Video On Demand) pertama di Indonesia untuk Samsung Smart TV hasil karya Digital Buana, yang berada di bawah bendera PT. Digital Graha Pratama. Kita dapat menikmati berbagai tayangan menarik, mulai dari film Indonesia, film Hollywood, klip musik, gaya hidup, sampai tayangan berita lewat aplikasi ini.
Untuk
promosi awal dari Lubitu, Kita dapat menikmati semua tayangannya
melalui layar televisi Samsung Smart TV dengan free konten selama 3
bulan untuk akses hingga 800 video. Promosi ini berlangsung hingga bulan
Desember 2011.
Dengan Lubitu, Kita juga bebas
memilih dan mengontrol (pause & play) film yang ingin Kita tonton
kapan saja, tanpa harus ketinggalan tayangan yang sedang berjalan.
2. SPB TV v2.0
Terkadang saat lagi on the go kita sering kelewatan menonton acara televisi favorit, namun sekarang kita bisa menontonnya secara mobile di ponsel symbian kita. SPB software baru saja merilis SPB TV v2.0 untuk ponsel symbian, dimana dengan aplikasi ini anda bisa menstreaming 150 live chanel dari 20 negara secara real time, yang menarik di update terbaru ini sudah support VOD atau video on demand.
Terkadang saat lagi on the go kita sering kelewatan menonton acara televisi favorit, namun sekarang kita bisa menontonnya secara mobile di ponsel symbian kita. SPB software baru saja merilis SPB TV v2.0 untuk ponsel symbian, dimana dengan aplikasi ini anda bisa menstreaming 150 live chanel dari 20 negara secara real time, yang menarik di update terbaru ini sudah support VOD atau video on demand.
Dengan fitur VOD ini anda bisa menikmati siaran tv internasional secara eksklusif tanpa biaya berlangganan sama sekali, karena sistem ini akan memudahkan kita mengontrol atau memilih sendiri pilihan program yang mau di tonton, mirip tv berbayar tapi tanpa biaya berlangganan, asik kan.
Berikut fitur lengkapnya:
- Mendukung video on deman (VOD)
- TV browser yang user friendly dengan list quick channel
- mempreview channel yang dipilih
- Navigasi menu yang lebih ringan dan cepat
3. Open-IMS
Teknologi IMS dapat memungkinkan untuk menikmati
beberapa layanan. Kita dapat melakukan
voice call, video call dan chatting, pada Open-IMS juga dapat
menangani layanan IPTV dan Video On Demand (VOD).
4. NetUP Video on Demand Server
NetUP Video on Demand Server dibangun pada platform berstandar industri dan mendukung lebih dari 100 aliran searah (1000 pelanggan pada laju pada puncak VoD yang normal) pada laju kompresi MPEG-2 yang khusus, yaitu 4 Mb/det per aliran. Mendukung modus aliran unikast maupun multikast.
5. TVoD & Time-Shifted TV
Layanan TV on Demand dan Time-Shifted TV diterapkan dalam server yang sama. Perangkat ini identik dengan VOD server, meliputi 4 HDD SATA-II hot-swappable, yang masing-masing berkapasitas 750 GB. Sama untuk kira-kira 2000 jam program TV yang terekam. Memungkinkan untuk menghubungkan server TVoD ke sebuah klaster, untuk menyediakan layanan TVoD dalam jaringan yang terdistribusi.
Plug-n Conditional Access (Akses Bersyarat) memungkinkan untuk mengenkripsi aliran output yang sedang digunakan, untuk melindungi konten media dari akses yang tidak diizinkan.
NetUP Video on Demand Server dibangun pada platform berstandar industri dan mendukung lebih dari 100 aliran searah (1000 pelanggan pada laju pada puncak VoD yang normal) pada laju kompresi MPEG-2 yang khusus, yaitu 4 Mb/det per aliran. Mendukung modus aliran unikast maupun multikast.
5. TVoD & Time-Shifted TV
Layanan TV on Demand dan Time-Shifted TV diterapkan dalam server yang sama. Perangkat ini identik dengan VOD server, meliputi 4 HDD SATA-II hot-swappable, yang masing-masing berkapasitas 750 GB. Sama untuk kira-kira 2000 jam program TV yang terekam. Memungkinkan untuk menghubungkan server TVoD ke sebuah klaster, untuk menyediakan layanan TVoD dalam jaringan yang terdistribusi.
Plug-n Conditional Access (Akses Bersyarat) memungkinkan untuk mengenkripsi aliran output yang sedang digunakan, untuk melindungi konten media dari akses yang tidak diizinkan.
Diposting oleh
Irvan Poenja
di
16.23
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Kamis, 19 April 2012
Teknologi TV Digital yang Sudah Diimplementasikan di Indonesia
Sebelum kita menelusuk lebih jauh mengenai TV Digital yang sudah diimplementasikan di Indonesia, alangkah lebih baiknya kita dapat mengenal apa sih DVB-T tersebut, baik berikut ulasan singkatnya.
DVB-T adalah si bungsu dari sistem utama DVB — DVB-C untuk kabel dan DVB-S untuk satelit. Hebatnya lagi, DVB adalah teknologi standar terbuka (open standard) yang berarti pengembangannya secara bisnis bisa sangat luas.
Uji-coba DVB-T di Indonesia sudah dilakukan oleh TVRI dan RCTI pada
Juli-Desember 2006. Kemudian DVB-H, adaptasi DVB-T untuk telepon
seluler, memungkinkan siaran MetroTV, SCTV dan TVRI sudah bisa dinikmati di Nokia N92.
Keunggulan DVB-T adalah gambar jernih, kualitas digital & bebas
gangguan cuaca. fleksibel, bisa dibawa kemana saja hanya dengan
memindahkan perangkat, tinggal hubungkan kabel STB (Set Top Box, dikenal dengan istilah decoder) ke TV Anda dan kabel antenna TV ke STB (cocok bagi yang sering pindah kos).
Indonesia memiliki jumlah stasiun radio dan TV terbesar kedua setelah
Cina. Negeri ini punya satu TV publik, 10 TV swasta nasional, 70 TV
swasta lokal, dua TV kabel, satu TV satelit dan lebih dari 1.800 stasiun
radio.
Welcome to the digital world!
Lalu saya akan membandingkan dua brand dari TV Digital berbayar di Indonesia, berikut perbandingannya :
1. Firstmedia
Sebagai penyedia layanan sambungan Internet pita lebar berkecepatan
tinggi yang pertama di Indonesia, First Media berada dalam posisi yang
strategis untuk memanfaatkan keperluan pertumbuhan tersebut.
Jaringan kabel digital First Media yang kini telah mencapai 500.000 homes passed merupakan peluang captive market tersendiri yang signifikan bagi First Media dalam pertumbuhannya menjadi kekuatan yang terpandang di pasar Internet yang berkembang pesat di Indonesia dewasa ini.
Memasuki tahun 2010, First Media sangat optimistis dalam memandang masa depannya. Lisensi untuk mengoperasikan layanan sambungan Internet nirkabel dengan teknologi mutakhir, WiMax, yang diperoleh First Media pada bulan Nopember 2009, akan memperluas jangkauan pasar First Media tidak hanya secara geografis namun juga secara demografis.
Apa yang ditawarkan oleh WiMax, selain jangkauan yang lebih luas dan ekonomis dibandingkan jaringan kabel, adalah mobilitas.
Dengan penguatan bisnis Internetnya, First Media juga diuntungkan oleh peluang pertumbuhan layanan TV-berbayar HomeCable kepada pelanggan yang tadinya kurang memilki alasan untuk berlangganan. Upaya bundling layanan FastNet dengan layanan HomeCable menjadi paket-paket yang menarik dan terjangkau merupakan daya tarik utama First Media dalam melakukan program pemasaran yang lebh agresif di tahun 2010 dan seterusnya.
Sementara segmen pasar single family home terlayani secara efektif oleh First Media melalui jasa Internet dan TV Berbayar, maka segmen pasar bisnis juga terlayani secara efektif melalui layanan DataComm First Media yang melayani transmisi data bervolume sangat besar 24-jam sehari, tujuh hari seminggu.
2. Nexmedia
3. Cukup menggunakan antena TV biasa, tanpa perlu menggunakan parabola
Jaringan kabel digital First Media yang kini telah mencapai 500.000 homes passed merupakan peluang captive market tersendiri yang signifikan bagi First Media dalam pertumbuhannya menjadi kekuatan yang terpandang di pasar Internet yang berkembang pesat di Indonesia dewasa ini.
Memasuki tahun 2010, First Media sangat optimistis dalam memandang masa depannya. Lisensi untuk mengoperasikan layanan sambungan Internet nirkabel dengan teknologi mutakhir, WiMax, yang diperoleh First Media pada bulan Nopember 2009, akan memperluas jangkauan pasar First Media tidak hanya secara geografis namun juga secara demografis.
Apa yang ditawarkan oleh WiMax, selain jangkauan yang lebih luas dan ekonomis dibandingkan jaringan kabel, adalah mobilitas.
Dengan penguatan bisnis Internetnya, First Media juga diuntungkan oleh peluang pertumbuhan layanan TV-berbayar HomeCable kepada pelanggan yang tadinya kurang memilki alasan untuk berlangganan. Upaya bundling layanan FastNet dengan layanan HomeCable menjadi paket-paket yang menarik dan terjangkau merupakan daya tarik utama First Media dalam melakukan program pemasaran yang lebh agresif di tahun 2010 dan seterusnya.
Sementara segmen pasar single family home terlayani secara efektif oleh First Media melalui jasa Internet dan TV Berbayar, maka segmen pasar bisnis juga terlayani secara efektif melalui layanan DataComm First Media yang melayani transmisi data bervolume sangat besar 24-jam sehari, tujuh hari seminggu.
2. Nexmedia
Nexmedia adalah Hiburan Praktis Tanpa
Parabola, Gaya baru untuk menghibur keluarga Anda dengan penawaran
terbaik. Mudah dipasang semudah 1 -2 -3, dan cukup pakai antena TV
biasa. Nexmedia menyajikan tayangan pilihan terbaik dan hiburan, edukasi
hingga informasi.
Nexmedia merupakan operator televisi
berlangganan yang dipersembahkan oleh Grup Emtek, pengelola tayangan
hiburan yang telah berpengalaman bertahun-tahun menemani keluarga
Indonesia melalui SCTV, Indosiar dan O’Channel.
Nexmedia sangat berbeda dengan televisi
berlangganan yang saat ini ada di Indonesia, menggunakan teknologi
terkini menjadikan Nexmedia sebagai sarana hiburan yang sangat tepat dan
praktis.
Keunggulan Nexmedia :
1.
Mudah dipasang Sendiri, bisa dipasang oleh siapa saja semudah memasang
perangkat DVD dengan 3 langkah mudah. Bawa pulang Nexmedia dan pasang
sendiri, atau daftar sekarang kami akan mengirimkan langsung ke rumah Anda.
2. Bisa dibawa kemana saja, kapan saja. Bisa dipindahkan dari ruangan ke ruangan yang lain bahkan dari rumah ke rumah3. Cukup menggunakan antena TV biasa, tanpa perlu menggunakan parabola
Saat ini jangkauan Nexmedia dapat dinikmati diwilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (JABODETABEK). Segera kami akan siap melayani kota-kota lainnya di Indonesia.
Segera berlangganan Nexmedia dan nikmati
kemudahannya. Untuk berlangganan Nexmedia sangat mudah silahkan hubungi
customer care Nexmedia di 021-2935 2600 datangi pameran Nexmedia atau bisa lakukan pendaftaran cepat
Itulah mungkin yang dapat saya posting mengenai pengertian TV Digital beserta perbandingan penyedia layanan TV Digital berbayar di Indonesia. Wassalam..
Diposting oleh
Irvan Poenja
di
16.02
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Senin, 16 April 2012
Perkembangan Movie & Video in Demand di Indonesia Saat Ini dan Dimasa yang Akan Datang
Postingan kali ini saya akan menjelaskan mengenai Perkembangan Movie & Video in Demand di Indonesia Saat Ini dan Dimasa yang Akan Datang. Di indonesia sendiri perkembanganya Movie & Video on Demand belum
terlalu berkembang, apalagi di Indonesia masih menjadi sebuah tanda
tanya besar. Dengan adanya pelanggan televisi kabel saja tidak terlalu
besar. Apalagi dengan konsep VOD yang cenderung mahal dan baru ini.
Besarnya angka pembajakan juga menjadi faktor. Jika ada bajakan yang
murah, mengapa harus repot-repot membayar mahal. Prinsip seperti ini
dianut banyak orang di Indonesia, sehingga konsep ini akan sangat sulit
berkembang.
Secara world-wide, konsep VOD dipercaya akan terus dan terus berkembang. Mulai dari rumah ke rumah hingga hotel mewah akan mulai menggunakan VOD. Respon masyarakat juga sudah semakin besar terhadap konsep ini. Tentu masa depan VOD bisa dikatakan cerah. Terutama di negara maju, tidak untuk negara-negara yang masih berkembang.
Di Indonesia, masa depan VOD masih sangat belum jelas. Selain untuk sarana edukasi, belum banyak VOD yang beredar di Indonesia saat ini. Lagi-lagi kembali ke lingkungan yang masih belum terbiasa. Kemungkinan berkembangnya teknologi ini tetap ada, tetapi dibutuhkan sebuah gebrakan dari salah satu perusahaan untuk memopulerkan VOD seperti yang dilakukan Astro dengan Liga Inggrisnya pada kasus Pay TV.
VOD adalah sebuah konsep menarik yang mengusung sesuatu yang sejak dulu diinginkan manusia. Kebebasan. Di sini kebebasan menjadi sebuah pilihan. Jika kita mau membayar lebih, maka kebebasan itu akan bisa kita nikmati. Pada awalnya terlihat VOD nyaris sama dengan DVD atau VCD yang beredar. Namun terdapat perbedaan yang mendasar, DVD/VCD hanya menyediakan apa yang pembuatnya inginkan. Sedangkan VOD, keinginan kitalah yang terus didengarkan. Semua akan kembali pada kita, apa yang kita mau bisa kita dapatkan.
Dan semoga VOD bisa lebih berkembang di Indonesia, demi kemajuan teknologi di negara ini, dan menjadikan VOD lebih bermanfaat bagi seluruh masyarakat yang menggunakanya. Sekian postingan dari saya.
Secara world-wide, konsep VOD dipercaya akan terus dan terus berkembang. Mulai dari rumah ke rumah hingga hotel mewah akan mulai menggunakan VOD. Respon masyarakat juga sudah semakin besar terhadap konsep ini. Tentu masa depan VOD bisa dikatakan cerah. Terutama di negara maju, tidak untuk negara-negara yang masih berkembang.
Di Indonesia, masa depan VOD masih sangat belum jelas. Selain untuk sarana edukasi, belum banyak VOD yang beredar di Indonesia saat ini. Lagi-lagi kembali ke lingkungan yang masih belum terbiasa. Kemungkinan berkembangnya teknologi ini tetap ada, tetapi dibutuhkan sebuah gebrakan dari salah satu perusahaan untuk memopulerkan VOD seperti yang dilakukan Astro dengan Liga Inggrisnya pada kasus Pay TV.
VOD adalah sebuah konsep menarik yang mengusung sesuatu yang sejak dulu diinginkan manusia. Kebebasan. Di sini kebebasan menjadi sebuah pilihan. Jika kita mau membayar lebih, maka kebebasan itu akan bisa kita nikmati. Pada awalnya terlihat VOD nyaris sama dengan DVD atau VCD yang beredar. Namun terdapat perbedaan yang mendasar, DVD/VCD hanya menyediakan apa yang pembuatnya inginkan. Sedangkan VOD, keinginan kitalah yang terus didengarkan. Semua akan kembali pada kita, apa yang kita mau bisa kita dapatkan.
Dan semoga VOD bisa lebih berkembang di Indonesia, demi kemajuan teknologi di negara ini, dan menjadikan VOD lebih bermanfaat bagi seluruh masyarakat yang menggunakanya. Sekian postingan dari saya.
Diposting oleh
Irvan Poenja
di
22.24
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Kelebihan dari Konsep Movie & Video on Demand System on Web
Saat ini, kita menonton program TV dan film secara pasif, kita tidak
dapat berinteraksi dengan program dan tidak dapat mengontrol waktu
ketika kita ingin menonton program TV. Layanan video berdasarkan
permintaan (Video on Demand atau disingkat VoD) telah dan sedang
dikembangkan untuk memenuhi keterbatasan-keterbatasan tadi dan
menyediakan kelebihan yang lain. Pada VoD, sejumlah koleksi film
disimpan pada server video. Pengguna (user) atau klien (client)
mengakses video melalui jaringan. Beberapa kelebihan VoD adalah :
- Kita tidak harus meninggalkan rumah untuk menonton film kesukaan kita. Karena TV kita terhubung ke server video melalui jaringan. Semua yang kita perlukan hanya memutar sebuah nomer dan memilih video pada menu yang disediakan secara user-friendly pada layar TV kita.
- Karena server video dipusatkan dan menyediakan layanan kepada sebuah populasi yang cukup luas, maka koleksi mereka juga luas dan terbaru (update). Jika satu server video tidak memiliki video yang kita inginkan, ia akan membawa kita ke server lain. Secara teori, kita dapat menonton apa yang kita inginkan tanpa meninggalkan rumah. Juga banyak pengguna dapat menonton secara bersamaan sebuah video tanpa pengguna mengetahuinya. Sehingga tidak ada lagi masalah seperti “Maaf, video yang Anda cari sedang dipinjam atau keluar”.
- Kita dapat menonton video kesukaan kita kapanpun kita mau.
- Kita dapat memberhentikan sesaat (pause) dan mempercepat (fast-forward) dan mundur (backward).
- Kita bisa juga mencari sebuah scene tertentu.
- Kita memiliki kualitas jaminan yang tinggi karena video disimpan secara digital. kualitas tidak akan menurun sejalan dengan peningkatan yang menonton video.
Sekian postingan dari saya:)
Diposting oleh
Irvan Poenja
di
22.20
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Standar Format Video
Pada postingan kali ini, saya akan menjelaskan mengenai Standar Format Video, berikut penjelasannya :
1. Matroska
Matroska format multimedia gratis (open source format). Format ini, dengan ekstensi file dari '. Mkv', didasarkan pada EBML (Extensible Binary Meta Language), yang memungkinkan perubahan harus dilakukan dengan mudah jika perlu, tanpa melanggar mendukung file lama. Inilah sebabnya mengapa dikatakan bahwa "Matroska dirancang dengan masa depan dalam pikiran".
Matroska bukanlah video codec seperti yang sering berpikir untuk menjadi, tetapi sebuah wadah, atau sebuah amplop yang dapat menampung banyak codec yang berbeda pada waktu yang sama. Sesuai namanya (Rusia boneka berbentuk telur yang terkandung dalam satu sama lain) Matroska dapat berisi video (DivX, Xvid, RV9, dll), suara (MP3, MP2, Ogg, AC3, AAC, DTS, PCM), serta sub judul (SRT, ASS, SSA, USF, dll) di file yang sama. Tujuan pengembangan Matroska adalah untuk memberikan yang fleksibel dan lintas-platform alternatif ke AVI, ASF, MP4, MPG, MOV, dan RM. Fitur utamanya termasuk cepat mencari, pemulihan kesalahan tinggi, modularly diperpanjang, dipilih subjudul dan audio stream, bab entri, menu, dan streamable melalui internet. An example of a Matroska file is a complete video file that includes a video stream and an audio stream, as well as subtitles and a menu system. Contoh sebuah file Matroska file video yang lengkap yang meliputi aliran video dan audio streaming, serta sub judul dan sistem menu.
2. 3GP
3GP adalah kependekan dari Third Generation Partnership Projec, yaitu format standar multimedia yang khusus dikembangkan untuk digunakan pada handphone. Resolusi video yang dihasilkan format ini biasanya kecil yaitu hanya setara VGA (640 x 480) saja. Tapi untuk di tampilkan di komputer kurang baik selain suara kecil dan resolusi gambar juga kecil, tapi mempunyai kelebihan dengan ukuran file yang kecil, yang bisa digunakan di mobile phones.
3. AVI
AVI (Audio Video Interleave) format yang dikenalkan tahun 1992 oleh Microsoft yang merupakan bagian dari format Videonya Microsoft. Dalam format AVI memiliki file Audio dan Video dalam satu kesatuan.File AVI menyimpan data audio dan video pada struktur interleaved. File ini hanya berupa kontainer- dan data audio video dapat dikompres menggunakan berbagai codec. Kualitas dan kapasitas tergantung pada codec dan secara khusus codec yang digunakan adalah MPEG, Divx atau WMV.
4. 3ivx
3ivx bukan merupakan format file, tetapi hanya sebuah codec ( seperti Divx, WMV dan Xvid ) yang dikembangkan oleh 3ivx Technologies (www.3ivx.com ). Teknologi intinya dioptimasi untuk arsitektur prosesor yang beraneka ragam, termasuk platform yang menyertainya. 3ivx memungkinkan untuk pembuatan stream data MPEG-4 dan MP4 dan dapat juga digunakan untuk membuat steam audio AAC. Dengan menggunakan 3ivx dapat menyimpan lebih dari dua jam film sekualitas DVD kedalam CD tunggal, atau men-stream kualitas video sekualitas DVD melalui modem kabel atau modem DSL. Untuk membuka file 3ivx, dibutuhkan plug-in untuk Quicktime, untuk video for windows dan untuk Directshow atau 3ivx Decoder.
5. VOB (Video Object)
VOB adalah sebuah format kontainer di DVD-Video media. VOB dapat berisi video, audio, subtitle dan menu isi multiplexing bersama-sama ke dalam bentuk sungai. VOB didasarkan pada aliran program MPEG format, tetapi dengan keterbatasan dan spesifikasi tambahan di sungai swasta. Program MPEG sungai yang memiliki ketentuan-ketentuan non-data standar (seperti yang digunakan dalam file VOB) dalam bentuk jadi swasta yang disebut stream. File VOB yang sangat ketat bagian dari program MPEG standar sungai. Sementara semua file VOB program MPEG stream, tidak semua aliran program MPEG sesuai dengan definisi untuk sebuah file VOB.
6. MPEG
MPEG adalah format kompresi yang distandarisasi oleh Moving Picture Experts Group (MPEG), yang terbentuk oleh 350 perusahaan dan organisasi. Standard-standard tersebut adalah :
Matroska format multimedia gratis (open source format). Format ini, dengan ekstensi file dari '. Mkv', didasarkan pada EBML (Extensible Binary Meta Language), yang memungkinkan perubahan harus dilakukan dengan mudah jika perlu, tanpa melanggar mendukung file lama. Inilah sebabnya mengapa dikatakan bahwa "Matroska dirancang dengan masa depan dalam pikiran".
Matroska bukanlah video codec seperti yang sering berpikir untuk menjadi, tetapi sebuah wadah, atau sebuah amplop yang dapat menampung banyak codec yang berbeda pada waktu yang sama. Sesuai namanya (Rusia boneka berbentuk telur yang terkandung dalam satu sama lain) Matroska dapat berisi video (DivX, Xvid, RV9, dll), suara (MP3, MP2, Ogg, AC3, AAC, DTS, PCM), serta sub judul (SRT, ASS, SSA, USF, dll) di file yang sama. Tujuan pengembangan Matroska adalah untuk memberikan yang fleksibel dan lintas-platform alternatif ke AVI, ASF, MP4, MPG, MOV, dan RM. Fitur utamanya termasuk cepat mencari, pemulihan kesalahan tinggi, modularly diperpanjang, dipilih subjudul dan audio stream, bab entri, menu, dan streamable melalui internet. An example of a Matroska file is a complete video file that includes a video stream and an audio stream, as well as subtitles and a menu system. Contoh sebuah file Matroska file video yang lengkap yang meliputi aliran video dan audio streaming, serta sub judul dan sistem menu.
2. 3GP
3GP adalah kependekan dari Third Generation Partnership Projec, yaitu format standar multimedia yang khusus dikembangkan untuk digunakan pada handphone. Resolusi video yang dihasilkan format ini biasanya kecil yaitu hanya setara VGA (640 x 480) saja. Tapi untuk di tampilkan di komputer kurang baik selain suara kecil dan resolusi gambar juga kecil, tapi mempunyai kelebihan dengan ukuran file yang kecil, yang bisa digunakan di mobile phones.
3. AVI
AVI (Audio Video Interleave) format yang dikenalkan tahun 1992 oleh Microsoft yang merupakan bagian dari format Videonya Microsoft. Dalam format AVI memiliki file Audio dan Video dalam satu kesatuan.File AVI menyimpan data audio dan video pada struktur interleaved. File ini hanya berupa kontainer- dan data audio video dapat dikompres menggunakan berbagai codec. Kualitas dan kapasitas tergantung pada codec dan secara khusus codec yang digunakan adalah MPEG, Divx atau WMV.
4. 3ivx
3ivx bukan merupakan format file, tetapi hanya sebuah codec ( seperti Divx, WMV dan Xvid ) yang dikembangkan oleh 3ivx Technologies (www.3ivx.com ). Teknologi intinya dioptimasi untuk arsitektur prosesor yang beraneka ragam, termasuk platform yang menyertainya. 3ivx memungkinkan untuk pembuatan stream data MPEG-4 dan MP4 dan dapat juga digunakan untuk membuat steam audio AAC. Dengan menggunakan 3ivx dapat menyimpan lebih dari dua jam film sekualitas DVD kedalam CD tunggal, atau men-stream kualitas video sekualitas DVD melalui modem kabel atau modem DSL. Untuk membuka file 3ivx, dibutuhkan plug-in untuk Quicktime, untuk video for windows dan untuk Directshow atau 3ivx Decoder.
5. VOB (Video Object)
VOB adalah sebuah format kontainer di DVD-Video media. VOB dapat berisi video, audio, subtitle dan menu isi multiplexing bersama-sama ke dalam bentuk sungai. VOB didasarkan pada aliran program MPEG format, tetapi dengan keterbatasan dan spesifikasi tambahan di sungai swasta. Program MPEG sungai yang memiliki ketentuan-ketentuan non-data standar (seperti yang digunakan dalam file VOB) dalam bentuk jadi swasta yang disebut stream. File VOB yang sangat ketat bagian dari program MPEG standar sungai. Sementara semua file VOB program MPEG stream, tidak semua aliran program MPEG sesuai dengan definisi untuk sebuah file VOB.
6. MPEG
MPEG adalah format kompresi yang distandarisasi oleh Moving Picture Experts Group (MPEG), yang terbentuk oleh 350 perusahaan dan organisasi. Standard-standard tersebut adalah :
- MPEG 1 adalah standard pertama untuk kompresi audio dan video. merupakan standard encode VideoCD dengan resolusi maksimal hanya 352 x 288 pixel, bit-rate tidak dapat dirubah dan kualitas gambar yang kurang baik.Ini juga termasuk format audio MP3.
- MPEG 2 adalah seri standard transport , audio dan video untuk kualitas siaran televisi.
- MPEG 3 dikembangkan untuk high-definiton television (HDTV), tetapi kemudian ditinggalkan karena dianggap MPEG 2 memadai.
- MPEG 4 merupakan pengembangan MPEG 1 mendukung Digital Rights Management (DRM) dan bit-rate encoding rendah, serta menggunakan codec video yang disebut H.264 yang dipandang lebih effisien.
- MPEG 7 adalah sistem formal untuk mendeskripsikan kandungan multimedia.
- MPEG 21 merupakan standard masa depan untuk multimedia.
Codec MPEG menggunakan lossy
compression pada data audio video. Bagian motion video pada standard
MPEG-1 didapat dari standard Joint Picture Experts Group (JPEG) untuk
lossy compression gambar diam ( foto ) MPEG-1 digunakan pada
format VideoCD. Kualitas output dan bit-rate lebih kecil daripada VCR.
MPEG-2 sama dengan MPEG-1, tetapi juga menyediakan dukungan untuk
interlaced video ( seperti pada siaran TV ) dan juga mendukung
Transport Stream yang dibuat untuk mentranfer video dan audio digital
pada media dan digunakan untuk broadcasting. Standard MPEG-2 saat ini
telah ditingkat menjadi standard terbaru untuk transmisi HDTV. Saat ini
digunakan untuk SVCD, DVD dengan tingkat bit yang dapat diubah dan
memiliki kualitas gambar yang luar biasa. DV Video merupakan subformat
khusus dari MPEG-2 dengan tingkat bit yang tetap. Format ini sangat
cocok digunakan untuk video editing.
MPEG-4 berbasis MPEG-1 dan MPEG-2, tetapi ada tambahan fitur seperti dukungan VRML untuk rendering 3D, files komposit berorientasi objek (termasuk audio, video dan virtual reality modelling), dukungan untuk DRM dan berbagai macam interaktivitas . Kontainer untuk kandungan MPEG-4 adalah MP4.
7. MP4
Moving Picture Expert Group-4 disingkat MP4 adalah format multimedia yang memungkinkan menyimpan file audio digital dan digital video dan bahkan file data seperti data text (subtitles) atau gambar tidak bergerak. Format MP4 format yang lebih baik dibandingkan format 3GP karena bisa untuk resolusi video yang lebih tinggi.
8. SWF
SWF (awalnya berdiri untuk "Format Web Kecil" kemudian berubah menjadi "Shockwave Flash" oleh Macromedia, kemudian kembali berubah kembali ke Small Web Format ketika perusahaan memilih untuk memiliki frase "Shockwave" hanya merujuk kepada Direktur, diucapkan swiff atau "swoof" adalah sebagian terbuka repositori untuk multimedia dan terutama untuk vector graphics, berasal dari FutureWave Software dan telah datang di bawah kendali Adobe. Dimaksudkan untuk menjadi cukup kecil untuk dipublikasikan di web, SWF file dapat berisi animasi atau applet dari berbagai tingkat interaktivitas dan fungsi.
SWF saat ini berfungsi sebagai format yang dominan untuk menampilkan "animasi" vektor grafik di web, jauh melebihi penggunaan W3C standar terbuka SVG, yang telah bertemu dengan masalah-masalah di atas implementasi bersaing. Mungkin juga digunakan untuk program-program, biasanya permainan, menggunakan Actionscript.
9. Divx
Divx adalah codec, bukan format file. Edisi Divx pertama (3.11 dan sebelumnya) merupakan versi hack dari codecvideo MPEG4 buatan Microsoft. Jeroma Rota pengembang Divx, mendirikan Divx Networks dan membuat Divx 4, versi terbaru dari codec untuk menghindari masalah hak cipta dengan Microsoft. Divx pada saat pembuatan versi 5.2.1 adalah merupakan codec MPEG-4 layer 2. Dikenal dengan tingkat kompresi yang tinggi, sehingga sangat memungkin menggunakan codectersebut untuk menggandakan film DVD. Satu film DVD umumnya berukuran 5 GB sampai 6 GB, dan Divx mampu mengkompresi hingga menjadi 700 MB, dengan penurunan kualitas yang sangat minim. Dengan demikian film tersebut dapat tertampung dalam sekeping CD. Sejumlah peranti ripping DVD menggunakan codecDivx. Untuk memutar file Divx, dibutuhkan plug-in Divx untuk player software. Versi Divx gratisan termasuk playernya tersedia di www.divx.com dan ini termasuk juga plug-in untuk video editing software.
10. WMV ( Windows Media Video )
WMV adalah bagian dari sistem Windows Media buatan Microsoft. Adalah sebuah codec untuk mengencode film dan mentransform slide show yang berisi format bitmap kedalam video terkompres. WMV sebenarnya adalah versi proprietary dari MPEG-4. Video Stream sering dikombinasikan dengan Audio Stream dalam format WMA, dengan video WMV yang dikemas kedalam kontainer AVI atau ASF.
11. RealVideo dan RealMedia
Format ini adalah codec video yang dikembangkan oleh RealNetworks pada tahun 1997. Berbeda dengan codec video lainnya, RealVideo telah dioptimasi untuk streaming video melalui jaringan IP. Menggunakan PNA Protocol atau Real Time Streaming Protocol. Biasanya berpasangan dengan RealAudio yang dikemas dalam RealMedia. RealNetworks juga menyediakan player yang disebut RealPlayer untuk audio dan video.
Sekian dan terimakasih, dimohon saran dan kritiknya:)
MPEG-4 berbasis MPEG-1 dan MPEG-2, tetapi ada tambahan fitur seperti dukungan VRML untuk rendering 3D, files komposit berorientasi objek (termasuk audio, video dan virtual reality modelling), dukungan untuk DRM dan berbagai macam interaktivitas . Kontainer untuk kandungan MPEG-4 adalah MP4.
7. MP4
Moving Picture Expert Group-4 disingkat MP4 adalah format multimedia yang memungkinkan menyimpan file audio digital dan digital video dan bahkan file data seperti data text (subtitles) atau gambar tidak bergerak. Format MP4 format yang lebih baik dibandingkan format 3GP karena bisa untuk resolusi video yang lebih tinggi.
8. SWF
SWF (awalnya berdiri untuk "Format Web Kecil" kemudian berubah menjadi "Shockwave Flash" oleh Macromedia, kemudian kembali berubah kembali ke Small Web Format ketika perusahaan memilih untuk memiliki frase "Shockwave" hanya merujuk kepada Direktur, diucapkan swiff atau "swoof" adalah sebagian terbuka repositori untuk multimedia dan terutama untuk vector graphics, berasal dari FutureWave Software dan telah datang di bawah kendali Adobe. Dimaksudkan untuk menjadi cukup kecil untuk dipublikasikan di web, SWF file dapat berisi animasi atau applet dari berbagai tingkat interaktivitas dan fungsi.
SWF saat ini berfungsi sebagai format yang dominan untuk menampilkan "animasi" vektor grafik di web, jauh melebihi penggunaan W3C standar terbuka SVG, yang telah bertemu dengan masalah-masalah di atas implementasi bersaing. Mungkin juga digunakan untuk program-program, biasanya permainan, menggunakan Actionscript.
9. Divx
Divx adalah codec, bukan format file. Edisi Divx pertama (3.11 dan sebelumnya) merupakan versi hack dari codecvideo MPEG4 buatan Microsoft. Jeroma Rota pengembang Divx, mendirikan Divx Networks dan membuat Divx 4, versi terbaru dari codec untuk menghindari masalah hak cipta dengan Microsoft. Divx pada saat pembuatan versi 5.2.1 adalah merupakan codec MPEG-4 layer 2. Dikenal dengan tingkat kompresi yang tinggi, sehingga sangat memungkin menggunakan codectersebut untuk menggandakan film DVD. Satu film DVD umumnya berukuran 5 GB sampai 6 GB, dan Divx mampu mengkompresi hingga menjadi 700 MB, dengan penurunan kualitas yang sangat minim. Dengan demikian film tersebut dapat tertampung dalam sekeping CD. Sejumlah peranti ripping DVD menggunakan codecDivx. Untuk memutar file Divx, dibutuhkan plug-in Divx untuk player software. Versi Divx gratisan termasuk playernya tersedia di www.divx.com dan ini termasuk juga plug-in untuk video editing software.
10. WMV ( Windows Media Video )
WMV adalah bagian dari sistem Windows Media buatan Microsoft. Adalah sebuah codec untuk mengencode film dan mentransform slide show yang berisi format bitmap kedalam video terkompres. WMV sebenarnya adalah versi proprietary dari MPEG-4. Video Stream sering dikombinasikan dengan Audio Stream dalam format WMA, dengan video WMV yang dikemas kedalam kontainer AVI atau ASF.
11. RealVideo dan RealMedia
Format ini adalah codec video yang dikembangkan oleh RealNetworks pada tahun 1997. Berbeda dengan codec video lainnya, RealVideo telah dioptimasi untuk streaming video melalui jaringan IP. Menggunakan PNA Protocol atau Real Time Streaming Protocol. Biasanya berpasangan dengan RealAudio yang dikemas dalam RealMedia. RealNetworks juga menyediakan player yang disebut RealPlayer untuk audio dan video.
Sekian dan terimakasih, dimohon saran dan kritiknya:)
Diposting oleh
Irvan Poenja
di
22.17
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook







